Terwujud
KomTer,Komik Online
Smartphone Mainbitcoin

Pengertian Ilmu


Menurut Prent (1969) sebagaimana dikutip oleh Tim Dosen Filsafat UGM (2003: 149) secara etimologis ilmu berasal dari kata ”Scientia” yang berarti pengetahuan tentang, tahu juga tentang, pengetahuan mendalam, faham benar-benar. Masih pada buku yang sama dijelaskan, bahwa ilmu memiliki makna denotatif dan makna konotatif. Dari makna denotatif, ilmu dapat diartikan sebagai ”pengetahuan” sebagaimana dimiliki oleh setiap manusia maupun ”pengetahuan ilmiah” yang disusun secara sistematis dan dikembangkan melalui prosedur tertentu.

Adapun konotasi istilah ilmu merujuk pada serangkaian aktivitas manusia yang manusiawi, bertujuan dan berhubungan dengan kesadaran. Dari titik pandang internal dan sistematis, konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal yaitu; proses, prosedur, dan produk. Proses menunjuk pada ”penelitian ilmiah”, prosedur mengacu pada ”metode ilmiah”, dan ilmu sebagai produk mengandung maksud ”pengetahuan ilmiah”.

Dari dimensi sosiologi ilmu, ilmu dibedakan menjadi dua yaitu sudut pandang ”internal” yang mengacu pada ”ilmu akademis’, dan sudut pandang ”eksternal” yang mengacu pada ”ilmu industrial”. ”Ilmu akademis” relatif lebih menekankan pada pengkayaan tubuh pengetahuan ilmiah untuk pengambangan ilmu itu sendiri, tanpa adanya pemikiran untuk kemungkinan-kemungkinan penerapannya lebih jauh (ilmu untuk ilmu). Sedangkan ”ilmu industrial” memusatkan diri pada pengkajian efek-efek teknologis dari pengetahuan ilmiah yang dihasilkan oleh ”ilmu-ilmu murni”. Titik beratnya pada kemampuan instrumental ilmu dalam memecahkan problem-problem praktis di segala bidang kehidupan manusia.

Pada pengertian yang lain menurut Saswinadi Sasmojo (1991), ilmu atau science diartikan sebagai bagian dari himpunan informasi yang termasuk dalam pengetahuan ilmiah, dan berisikan informasi yang memberikan gambaran tentang struktur dari sistem-sistem serta penjelasan tentang pola-laku sistem-sistem tersebut. Sistem yang dimaksud dapat berupa sistem alami, maupun sistem yang merupakan rekaan pemikiran manusia mengenai pola laku hubungan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang diinstitusionalisasikan. Bila sistem yang menjadi perhatiannya merupakan sistem alami, maka disebut ilmu pengetahuan alam atau ‘natural sciences’, dan bila yang menjadi perhatian adalah sistem-sistem yang merupakan rekaan pemikiran manusia mengenai pola laku hubungan dalam tatanan kehidupan masyarakat, maka disebut ilmu pengetahuan sosial atau ‘social- sciences’.

Referensi
  • Iskandar Alisjahbana, 1991 “Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Dunia dan Indonesia”, Menerawang Masa Depan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni Dalam Perkembangan Budaya Masyarakat Bangsa Indonesia. Penerbit ITB: Bandung
  • Peter Soedojo. 2004. Pengantar Sejarah dan Filsafat Ilmu Pengetahuan Alam. GajahmadaUniversity Press: Yogyakarta
  • Rizak Mustansyir & Misnal Munir. 2006. Filsafat Ilmu. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
  • Saswinadi Sasmojo, 1995. Iptek dan Budaya Masyarakat dalam Menunjang. Industrialisasi di Indonesia, Dalam “Analisis Permasalahan Dalam Pembangunan; Pembangunan Industri dan Pengembangan Sumberdaya Manusia”, Dewan Sosial Politik Daerah “C”, Jawa Barat.
  • Soerjono Soekamto. 1982. Sosiologi (Suatu Pengantar). Raja Grafindo Persada: Jakarta.
  • Tim Dosen Filsafat Ilmu. 2003. Filsafat Ilmu. Fakultas Filsafat Ilmu UGM: Yogyakarta

Mau Artikel Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Saya akan sangat senang jika ada komentar yang membangun, tetapi:

*Jangan komentar SPAM
*Jangan menanam link
*Jangan ada unsur sara, Fornografi dan memojokkan

Komentar yang melanggar akan dimasukkan kedalam daftar SPAM dan tidak akan diijinkan lagi.

Icon:
:) ^_^ :D =D (smile dan tertawa)
:( =( (marah dan Bingung)
:-bd :-d (oke)
|o| (tepuk tangan)

By: Terwujud.com
Terima Kasih!!

Copyright © 2014. Terwujud.com | Sumber Informasi Terpercaya - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ibrahim Lubis