Terwujud
KomTer,Komik Online
Smartphone Mainbitcoin

Makna Takut Kepada Allah SWT yang Sebenarnya


Saya pernah menuliskan ungkapan "Kalau kamu takut dengan Allah, berarti tanyakan dulu takutmu kepadaNya. Sebab Allah bukan Tuhan yang menakut-nakuti, namun memperingatkan kita jika salah". Ungkapan ini ternyata mendapat kritik dan perbedaan pendapat, akan tetapi mereka tidak mau merenungkan ungkapan yang saya paparkan, mereka hanya mampu mengkritiknya saja.

Perlu saya tegaskan bahwa makna ungkapan di atas bermakna tentang pengabdian kita kepada Allah swt tidak berdasarkan embel-embel karena takut akan ganjaran berupakan dosa, tetapi lebih karena kesadaran kita kepada Allah yang selalu melindungi, memberi nikmat dan karunia sampai saat ini.

Lihat nabi Muhammad saw, sudah dimaksumkan Allah swt pun, beliau masih tetap saja beribadah. Bahkan dikisahkan bahwa kaki beliau sering bengkak karena ibadah kepada Allah, mengapa beliau mau demikian, hal itu karena kecintaan dan ketaatannya kepada Allah karena kesadaran bukan karena takutnya beliau kepada Allah dengan ganjaran neraka, sebab Rasulullah telah mendapat jaminan surga.
Makna Takut Kepada Allah SWT yang Sebenarnya
Pendapat yang tidak setuju mengatakan
Bagaimana pulak dari ibadah sufi sdh ada di zaman Rasul, sedangkan sufi kapan baru muncul...sufilah yg meniru ibadah yg original dari zaman Rasul, cek dulu kapan pemikiran sufi lahir...masalah tata cra ibadah Rasulullah dan umar tdk ada sangkut pautnya dgn sufi, itulah cara Rasulullah dan sahabat memandang ibadah yaitu dgn tatacara rasulullah ajarkan, banyak Ayat dan hadist yang mengatakan " takutlah kepada Allah...salah satu contoh ayatnya ; “Sesungguhnya mereka itu tidak lain adalah setan dengan kawan-kawannya yang menakut-nakuti kamu, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar beriman.” (Ali ‘Imran: 175) Allah sendiri meminta kita takut kepada-Nya...banyak lagi dalil ttg takut kepada Allah...makanya mari kita lebih banyak belajar lagi...hehehehe"

Lalu saya menjawab:
Saya tidak pernah mengatakan kalau ibadah nabi Muhammad saw dan para sahabat merupakan bagian dari sufi, dan saya juga tidak ada menyinggu sufi. Ibadah yang dilakukan nabi dan para sahabat murni karena keikhlasan mereka karena tanda dan bukti Cinta serta rasa syukur kepada Allah swt.

Cobe deh direnungkan apa yang krisye katakan "jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kamu sujud kepadaNya", walaupun itu andai saja, tapi bisa menjadi bahan renungan bagi kita masing-masing tentang pengabdian kita kepada Allah, apakah dengan niat yang tulus dengan kesadaran, atau ada embel-embel dibelakangnya.

Coba renungkan firman Allah yang mengatakan bahwa Allah tidak melihat harta, cantik, ganteng atau ucapan taqwa (tanpa ada makna), tapi Allah melihat bagaimana hati mereka yang benar-benar ikhlas menjalankan ibadah kepada Allah, sebab orang yang shalat saja bisa masuk neraka, mengapa? hal itu karena ibadah shalat yang dia lakukan semata-mata hanya sekedar menghilangkan kewajiban atau karena sesuatu yang tidak terkait karena Allah swt.

Mau Artikel Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Saya akan sangat senang jika ada komentar yang membangun, tetapi:

*Jangan komentar SPAM
*Jangan menanam link
*Jangan ada unsur sara, Fornografi dan memojokkan

Komentar yang melanggar akan dimasukkan kedalam daftar SPAM dan tidak akan diijinkan lagi.

Icon:
:) ^_^ :D =D (smile dan tertawa)
:( =( (marah dan Bingung)
:-bd :-d (oke)
|o| (tepuk tangan)

By: Terwujud.com
Terima Kasih!!

Copyright © 2014. Terwujud.com | Sumber Informasi Terpercaya - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib | Modified by Ibrahim Lubis