Terwujud
KomTer,Komik Online

Motif-Motif Mengapa Orang Rela Mengajukan Pinjaman Ke Bank, Mungkin Kamu Juga Pernah Nih



Jika bermanfaat, Mohon di Share ya !, jika ada unek-unek komen aja
Bagi kebanyakan orang saat ini, mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) ke bank bisa menjadi salah satu solusi efektif untuk mengatasi kebutuhan sejumlah dana darurat. Apalagi jika mengingat KTA tidak memerlukan calon nasabahnya menyiapkan agunan untuk dijaminkan. Inilah sebabnya KTA kerap menjadi alternatif termudah yang kemudian jadi populer di kalangan masyarakat.

KTA Online

Selain itu, pengajuan KTA online juga terbilang cukup mudah. Dengan hanya berbekal kartu identitas diri, kartu kredit, NPWP dan bukti penghasilan tetap, KTA sudah bisa langsung diajukan. Banyak orang memilih KTA untuk keperluan yang beragam. Tak hanya mencakup keperluan produktif, KTA juga kerap digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. Berikut adalah motif-motif mengapa orang rela mengajukan pinjaman KTA ke bank.

1. Untuk Modal Usaha
Suatu utang bisa dikatakan sebagai utang yang produktif jika utang tersebut dapat kembali menghasilkan uang dan pendapatan. Contoh nyatanya adalah berutang yang digunakan untuk kebutuhan produktif seperti untuk modal usaha.

Sebagai tips, alangkah baiknya jika Anda mengajukan KTA ini hanya untuk menambah modal usaha saja, bukan menutupi modal usaha sepenuhnya. Hal ini dikarenakan akan berat jika mengandalkan seluruh modal usaha dari KTA saja. Apalagi jika dana yang Anda butuhkan ternyata tidak sedikit. Ada baiknya Anda juga mempelajari manfaat dan kerugian pengajuan KTA online sebelum

2. Untuk Membeli Barang
Banyaknya kebutuhan hidup yang dikonsumsi juga kerap menjadi motif mengapa banyak orang meminjam dana dari KTA ini. Sebagai contohnya yakni untuk membeli kendaraan, gadget, atau peralatan elektronik dan perabotan rumah tangga.

KTA memang lebih unggul dibandingkan leasing atau KKB (Kredit Kendaraan Bermotor) di bank. Ini dikarenakan Anda sebagai nasabah tak perlu memberikan uang muka terlebih dahulu. Meski begitu, bukan berarti hal ini terjadi tanpa konsekuensi. Pasalnya, bunga KTA jauh lebih tinggi bila dibandingkan jenis kredit lainnya.

Misal sebagai contoh, bunga KKB bank A berada di angka 3,08 persen, sementara itu leasing B Finance mematok bunga 4,95 persen. Berdasarkan acuan tersebut, biasanya KTA berada di angka belasan persen per tahun.

Dengan demikian, alangkah baiknya Anda mengumpulkan uang muka terlebih dahulu. Jika sudah terkumpul, Anda bisa memilih pinjmana lain selain KTA.

3. Biaya Renovasi Rumah
Melakukan perbaikan dan renovasi rumah di satu sisi akan memakan biaya yang tak bisa dibilang sedikit. Namun demikian, benefitnya pun akan sepadan. Ini dikarenakan memperbaiki kerusakan pada rumah dan renovasi tersebut bisa meningkatkan daya jual.

Meminjam dana KTA merupakan salah satu shortcut agar dapat segera merealisasikan proyek renovasi tersebut. Umumnya, pinjaman KTA-lah yang disebut-sebut paling cocok untuk menutupi biaya renovasi rumah. Seringnya, masyarakat memilih KTA mengingat pinjaman ini sangat ringkas dan cepat sifatnya.

Kendati begitu, lakukan perhtiungan terlebih dahulu jika niat Anda merenovasi rumah adalah untuk meningkatkan nilai jualnya. Hitung apakah masih ada keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari total harga rumah saat dulu Anda membelinya, plus jumlah pinjaman renovasi untuk rumah tersebut.

4. Untuk Membeli Rumah
Meski pun merupakan kepuutsan yang agak riskan, namun banyak juga orang yang memilih menggunakan pinjaman KTA untuk membeli rumah. Sebenarnya ini cukup memberatkan karena tenor pinjamannya cukup singkat. Di samping itu, plafon pinjaman KTA pun jauh lebih kecil.

Biasanya, KPR (Kredit Pemilikan Rumah) menerapkan tenor yang cukup panjang, yakni 15 sampai 20 tahunan. Namun Anda wajib membayar uang muka terlebih dahulu. Bandingkan dengan tenor KTA yang hanya sekitar 3 tahunan tapi tak perlu uang muka.

Itulah sebabnya sangat disarankan bagi Anda yang berpenghasilan masih di bawah Rp 10 juta, sebaiknya pilih KPR, jangan KTA. Sementara itu, bagi Anda yang sudah berpendapatan hingga puluhan juta, diperbolehkan untuk mengambil KTA.

5. Biaya pernikahan
Beberapa pihak juga mengajukan KTA untuk menambah modal nikah. Meski demikian, KTA untuk pernikahan sangat tidak disarankan. Pasalnya, kemungkinan besar setelah menikah Anda dan pasangan pasti akan mempunyai lebih banyak kebutuhan penting lain (setelah pesta pernikahan). Bisa jadi beli rumah, mobil atau mungkin biaya persalinan untuk yang ingin segera mendapatkan momongan.

6. Pendidikan
Pinjaman KTA untuk pendidikan juga tidak disarankan. Pasalnya ini hanya akan membebani peminjamnya. Selain itu, biaya pendidikan tak hanya melulu uang sekolah atau kuliah, ada juga biaya penunjang lainnya seperti pengeluaran untuk buku, acara sekolah, dan lain-lain.

Itulah sebabnya para ahli keuangan menyarankan agar biaya pendidikan anak selayaknya disiapkan sedini mungkin—siapkan dana sebelum anak memasuki jenjang pendidikan tertentu. Contohnya, jika anak masih SD, orangtua sudah harus bisa menyisihkan dana untuanak memasuki jenjang SMP dan begitu juga seterusnya.

7. Dana Berlibur
Banyak juga generasi milenial yang kerap meminjam KTA untuk biaya berlibur. Pilihan ini tentu kurang bijaksana. Jangan sampai yang tadinya hendak melepas penat, malah mendapatkan penat lebih banyak karena harus berutang.

Bayangkan berapa besar bunga cicilan yang mesti Anda bayar. Sepadankah nominal tersebut dengan kepuasan liburan yang hanya beberapa hari saja?

8. Musibah
Musibah memang tak terelakkan dan tak terduga. Terjadinya tiba-tiba, seringkali banyak orang tak bersiap-siap sedia paying sebelum hujan untuk menanggulanginya. Hanya beberapa yang masih ingat untuk menyisihkan dana darurat untuk keperluan seperti ini. Itulah sebabnya KTA kerap dijadikan solusi untuk mengatasi situasi seperti ini. Contohnya, saat Anda atau anggota keluarga Anda sakit dan butuh tambahan biaya berobat.

Sebagai catatan, sangat disarankan untuk menyisihkan dana darurat setiap bulannya agar keadaan seperti ini dapat lebih mudah tertangani di kemudian hari.

9. Menutupi Utang
Hindari gali lubang, tutup lubang dengan menggunakan KTA. Pasalnya hal itu bukanlah solusi melainkan penundaan masalah yang hanya menghadirkan masalah baru. Sebagai contoh, beberapa orang yang kepepet bayar utang menggunakan KTA untuk melunasinya. Seperti untuk menutupi utang kartu kredit yang sudah jatuh tempo dan menumpuk.

Perlu diperhatikan, saat utang kartu kredit sudah lunas, Anda harus segera disiplin untuk membayar cicilan KTA. Selain itu, segera stop penggunaan kartu kredit Anda.

Demikianlah berbagai motif yang umumnya membuat masyarakat terdorong untuk mengajukan pinjaman KTA ke bank. Bagi Anda yang belum pernah mengalaminya, alangkah baiknya jika mengetahui lebih dulu agar bisa segera melakukan antisipasi saat keadaan serupa melanda Anda. Jangan lupa juga untuk menyiapkan diri dan keuangan Anda. Sisihkan sebagian dana untuk ditabung, diinvestasikan dan memiliki asuransi. Dengan demikian, Anda tak perlu lagi mengajukan pinjaman  KTA hanya untuk hal-hal kecil belaka.


Artikelnya sudah di share, makasih ya !

Mau Artikel Gratis! Silahkan Tulis Email Anda.
Print PDF

You Might Also Like:

Previous
Next Post »

1 komentar:

Bener banget ini mas.
saya sendiri sih kepikiran untuk no 3.
dan disekitar saya pun demikian no 3,4,5,9 hehehehe

Balas

Saya akan sangat senang jika ada komentar yang membangun, tetapi:

*Jangan komentar SPAM
*Jangan menanam link
*Jangan ada unsur sara, Fornografi dan memojokkan

Komentar yang melanggar akan dimasukkan kedalam daftar SPAM dan tidak akan diijinkan lagi.

Icon:
:) ^_^ :D =D (smile dan tertawa)
:( =( (marah dan Bingung)
:-bd :-d (oke)
|o| (tepuk tangan)

By: Terwujud.com
Terima Kasih!!

Copyright © 2014 Terwujud.com - All Rights Reserved